February 21, 2009

Grafik Respons Audio

Posted in Basic Sound, Cara kerja Speaker, Pendahuluan tagged , , at 3:19 pm by pelopor

Untuk merencanakan systim speaker, sangat penting bila kita memahami grafik respon audio: frekuensi terhadap decibel/spl, frekuensi terhadap impedanse, phase, dll. Kita tidak dapat menggambarkan bentuk sebuah bunyi, tetapi kita bisa menggambarkan Responnya terhadapfaktor-faktor tertentu seperti terhadap decibel. Dari grafik Impedansi terhadap Frekuensi dapat terlihat bahwa tidak satupun dari semua woofer yang memiliki impedansi tetap pada setiap jangka frekuensi. Impedansi mengalami puncaknya pada frekuensi 35 Hz dimana impedansinya sbesar 20 ohm. Pada titik puncak ini dikenal sebagai Fs (frekuensi Resonansi speaker terukur diudara bebas) dengan pengertian pada frekuensi ini speaker (woofer) mulai beresonansi yaitu medan magnet speaker (woofer) mulai kehilangan kendali terhadap gerakan coil suara/konus. Sama juga di titik frekuensi 1500 Hz, dimana impedansinya adalah 6,5 ohm, semakin tinggi frekuensinya semakin tinggi pula impedansinya. Ini biasa bagi setiap speaker (woofer) karena induktansi coil suara, karena pada teori elektronik, setiap gulungan kawat baik yang berinti atau tidak selain mempunyai Resistansi DC juga mempunyai Induktansi.

2 Comments »

  1. caturstrife said,

    apakah speaker itu ada hubungannya dengan perangkat elekromagnetik kalau ada mohon jelasin lewat email aq

    http://caturastrife.blogspot.com

  2. bagas said,

    gimana ya cara bikin bok yg pas buat sub


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: